Tanah Grogot adalah salah satu kota di Provinsi Kalimantan Timur, sangat indah dan menawan serta sejuk sekali cuaca di kota ini, tetapi ... itu di tahun 2007. Dan sekaranh huiiiiiiii PUANAS sekali dan saya rasa itu adalah sebagai dampak dari pemanasan global dan yang paling menonjol banyak pembukaan pit tambang baru. PANAAAAAAASSSSSS
Jumat, 20 Maret 2009
Selasa, 10 Maret 2009
Di Antara Sebuah Harapan
Membentuk sebuah kepribadian manusia yang mandiri dan bermental kuat tidaklah mudah, pasti melalui lika-liku perjalanan dan panjang. Menyelamatkan lingkungan hidup tidaklah mudah dan semua itu butuh keringat dan pengorbanan yang sangat panjang. Tak jarang kita selalu di tolak dan dihina oleh sebagian orang demi menjaga idealisme kita dalam menjaga agar bumi ini tetap hijau dan damai.
Andaikan bisa, aku berharap akan selalu mengabdikan diriku sebagai relawan lingkungan...sampai sempuku dan sampai menjelang nafas terakhirku. Aku kecewa ketika mereka merampas hak atas lingkungan hidup demi kekayaan pribadi, aku kecewa kepada mereka yang selalu melupakan bahwa manusia adalah bagian dari satu kesatuan dalam ekosistem alam. dan aku sangat kecewa kepada mereka yang tidak perduli terhadap lingkungan.
Andaikan bisa, aku berharap akan selalu mengabdikan diriku sebagai relawan lingkungan...sampai sempuku dan sampai menjelang nafas terakhirku. Aku kecewa ketika mereka merampas hak atas lingkungan hidup demi kekayaan pribadi, aku kecewa kepada mereka yang selalu melupakan bahwa manusia adalah bagian dari satu kesatuan dalam ekosistem alam. dan aku sangat kecewa kepada mereka yang tidak perduli terhadap lingkungan.
Senin, 09 Maret 2009
Jumat, 06 Maret 2009
Lembaga Jaringan Kerja Tajuk Hijau Indonesia
Sejarah dan Latar Belakang Pembentukan Lembaga Jaringan Kerja Tajuk Hijau Indonesia
KEGIATAN YANG TELAH TERLAKSANA DAN RENCANA KEGIATAN
Training/Pelatihan:
* : Belum Terlaksana
B. Direktur Eksekutif
Lembaga Jaringan Kerja Tajuk Hijau Indonesia didirikan pada tanggal 13 Mei 2003 dengan Badan Pendiri:
- Herry Kurniawan, S.Hut., M.P.
- Sutarni Arifin, S.Hut.
- Ardiansyah Alwi, S.Hut.
- Andang Suryana Soma, S.Hut., M.P.
- Bram Karana, S.Hut.
- Rusli Djamaluddin, S.Hut.
Adanya kekhawatiran akan kerusakan yang makin parah terhadap hutan Indonesia khususnya wilayah Timur Indonesia. Pada Saat didirikan kerusakan hutan di Indonesia sudah parah khususnya hutan Kalimantan. Dengan Latar Belakang pendidikan kehutanan yang dimiliki dan kemampuan untuk mengoperasikan software Sistem Informasi Geografis, maka kami ingin menyusun suatu data base kehutanan seluruh Indonesia dan melakukan kegiatan-kegiatan yang berupaya untuk menyelamatkan Hutan Indonesia.
Sistem Informasi Geografis atau disingkat dengan SIG (Geographical Information System) merupakan suatu sistem berbasis komputer yang mampu menghasilkan informasi angka maupun peta yang aktual. SIG memiliki kemampuan memvisualisasikan suatu informasi yang berguna untuk merencanakan, mengelola, serta memantau perkembangan suatu pekerjaan gografis. SIG digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, menggabungkan, mengatur, mentransformasi, memanipulasi dan menganalisis data-data yang erat kaitannya dengan bidang-bidang spasial dan geo-informasi. SIG sudah dapat diaplikasikan di berbagai bidang dan disiplin ilmu yang erat kaitannya dengan permukaan bumi, perencanaan wilayah, pembangunan kota, real estate, kehutanan, pertanian, transportasi samapai bidang ekonomi dan bisnis.
Terkait dengan bidang kehutanan dan pertanian, SIG bermanfaat untuk inventarisasi, manajemen dan kesesuaian lahan (pertanian, kehutanan dan perkebunan), perencanaan tata guna lahan, analisi daerah rawan bencana alam serta analisis dan pemantauan daerah-daerah kebakaran hutan. Hal tersebut menjadikan aplikasi GIS sangat penting untuk pengelolaan kawasan hutan dan lahan pertanian
Terkait dengan bidang kehutanan dan pertanian, SIG bermanfaat untuk inventarisasi, manajemen dan kesesuaian lahan (pertanian, kehutanan dan perkebunan), perencanaan tata guna lahan, analisi daerah rawan bencana alam serta analisis dan pemantauan daerah-daerah kebakaran hutan. Hal tersebut menjadikan aplikasi GIS sangat penting untuk pengelolaan kawasan hutan dan lahan pertanian
KEGIATAN YANG TELAH TERLAKSANA DAN RENCANA KEGIATAN
Training/Pelatihan:
- Pelatihan Pemetaan Digital bekerjasama dengan jurusan Kehutanan Universitas Hasanuddin (dilaksanakan pada bulan Juli 2003, Makassar)
- Pelatihan Pemetaan Digital bekerjasama dengan jurusan Kehutanan Universitas Hasanuddin (dilaksanakan pada bulan Desember 2003, Makassar)
- Pelatihan Pemetaan Digital bekerjasama dengan jurusan Kehutanan Universitas Hasanuddin (dilaksanakan pada bulan Juni 2004, Makassar)
- Pelatihan Pemetaan Digital (dilaksanakan pada bulan Maret 2007, Jakarta)
- Pelatihan Pemetaan Digital (dilaksanakan pada bulan Mei 2007, Jakarta)
- Pelatihan Pemetaan Digital (dilaksanakan pada bulan Juni 2007, Jakarta)
- Pelatihan Pemetaan Digital (dilaksanakan pada bulan Agustus 2007, Jakarta)
- Pelatihan Pemetaan Digital (dilaksanakan pada bulan Desember 2007, Jakarta)
- Pelatihan Pemetaan Digital (dilaksanakan pada bulan Februari 2008, Jakarta)
- Pelatihan Pemetaan Digital (dilaksanakan pada bulan Maret 2008, Jakarta)
Diskusi dan Seminar :
- DIALOG INTERAKTIF BAWAKARAENG DULU, SEKARANG DAN AKAN DATANG (dilaksanakan pada tanggal 28 April 2004 di Aula Karaeng Galesong Pemda Kabubaten Gowa)
- Penelitian yang pernah dan masih ingin dilanjutkan adalah pemetaan penyebaran Anoa di Sulawesi Selatan (Pegunungan Latimojong)
- Penyebab Pendangkalan Danau Tempe
- Danau Tempe sebagai salah satu sumber pembangkit listrik di Sulawesi Selatan
- Investigasi illegal logging dan penjualan hasil hutan yang illegal antara perbatasan Kalimantan Timur Indonesia dengan Malaysia bagian Sabah dan Serawak*
- Menerbitkan majalah hutan dan Kehutanan Indonesia yang berisi informasi tentang kondisi kehutanan Indonesia dilengkapi dengan data-data yang akurat.
- Menginformasikan kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Jaringan Kerja Tajuk Hijau IndonesiaForum diskusi masalah kehutanan dan Sistem Informasi Geografis bidang Kehutanan
Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Hutan*
- Melakukan survei desa-desa yang membutuhkan pendampingan untuk melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat (aspek ekonomi, sosial, religi dan budaya setempat)
- Melakukan advokasi terhadap masyarakat sekitar hutan seluruh Indonesia yang telah dirampas haknya baik oleh pemerintah dan juga oleh pihak swasta (pengusaha dan perusahaan).
* : Belum Terlaksana
STRUKTUR ORGANISASI
A. Dewan Pembina- Dr. Ir. Roland Barkey (Staf Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin)Ir. Baharuddin (Staf Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin)
B. Direktur Eksekutif
- Rusli Djamaluddin, S.Hut., M.P. (Manajemen Kehutanan Program Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada)
- Zulkarnain, S.Hut., M.P. (Konservasi Sumber Daya Alam Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin)
- Muh. Assegaf, S.Hut.,M.P. (Kehutanan Universitas Hasanuddin, Teknologi Hasil Hutan)
- Wahyudi, S.Hut. (Kehutanan Universitas Hasanuddin, Konservasi Hutan)
- Bram Karana, S.Hut. (Kehutanan Universitas Hasanuddin, Teknologi Hasil Hutan)
- Ardiansyah Alwi, S.Hut. (Kehutanan Universitas Hasanuddin, Teknologi Hasil Hutan)
- Sulkhan Nur Rahman, S.Si (Geografi Universitas Gadjah Mada, Hidrologi)
- Mukrimin, S.Hut., M.P. (Konservasi Sumber Daya Alam Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin)
- Andang Suryana Soma, S.Hut.,M.P. (Konservasi Sumber Daya Alam Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin)
- YB. Anang Tri Nugroho, S.Si (Geografi Universitas Gadjah Mada, Penginderaan Jauh)
- Perdhana Putra, S. Hut (Konservasi Sumber Daya Alam Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman)
- Muh. Iqbal, S.H (Hukum, Universitas Sumatera Utara)
- Herry Kurniawan, S.Hut., M.Si (Konservasi Sumber Daya Alam Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin)
- Sri Sutarni Arifin, S.Hut., M.P. (Konservasi Sumber Daya Alam Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin)
Kamis, 05 Maret 2009
Uang
Aku paling membenci kalau ada teman baik itu laki-laki maupun perempuan jikalau di pikirannya hanya ada uang aja. Sebel banget menghadapi mereka semua. Apalagi kalau bertemu dan berkenalan dengan perempuan matre, malas sekali rasanya bertemu dengan mereka. Palinganmereka itu kalau ada uang abang ku sayang dan kalau tidak ada uang abang ku tendang seperti lagunya siapa ya?. Memang uang itu penting tapi buat apa kalau ada uang tapi tidak bisa bahagia. Dan palingan juga mereka-mereka yang matre itu BANGSAT! semuanya.
Selasa, 03 Maret 2009
Populasi dan Penyebaran Gajah Kalimantan
Sebaran Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) terbatas di bagian Timur laut Pulau Borneo. Di wilayah Sabah (Malaysia) yang telah di data, terdapat lima populasi habitat Gajah Kalimantan. Di wilayah Kalimantan Timur hanya terdapat satu lokasi populasi Gajah Kalimatan yaitu di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan (BKSDA Kalimantan Timur & WWF Indonesia). Sutedja (2006) menyebutkan bahwa perkiraan awal ada 1.000 ekor Gajah Kalimantan dimana sekitar 45-65 ekor gajah di antaranya berada di Sebuku.
Gajah Kalimantan terdeteksi di 12 desa yang berada di daerah aliran Sungai Sebuku. Dimana 4 desa diantaranya yaitu Desa Sekikilan, Desa Kalunsayan, Desa Semunad dan Desa Salang (BKSDA Kalimantan Timur; WWF Indonesia)
Berdasarkan perhitungan populasi minimum yang viable, gajah akan dapat bertahan sampai 100 tahun lebih bila dalam satu populasi gajah dapat mencapai 500 ekor. Setiap keluarga gajah memiliki wilayah jelajah (home-range) yang dipertahankan minimum seluas 165 km² pada hutan primer dan 60 km² di hutan sekunder. Sumber air merupakan faktor penentu dalam penyebaran gajah. Karena itu, home-range gajah overlay dengan daerah aliran sungai. Tempat istirahat gajah umumnya sama dengan lokasi tempat gajah mencari makan (Sinaga, 2000).
1 Penyebaran Gajah Berkelompok
Penyebaran kawanan gajah berkelompok adalah di daerah aliran Sungai Agison, Sungai Sibuda bagian Barat, Sungai Apan dan Sungai Tampilon di sebelah Timur. Gajah berkelompok sering terlihat di bagian hulu daerah aliran Sungai Agison dan jarang terlihat di bagian tengah dan hilir. Gajah menggunakan sepanjang daerah hulu Sungai Agison ke perbatasan Sabah dan ke Selatan. Lembah Sungai Sibuda dan anak sungainya kemungkinan menjadi daerah yang sering didatangi oleh gajah berkelompok. Home-range gajah berkelompok mencapai sekitar 5 km ke sebelah Utara Sungai Tulid (Wullfraat, 2007).
2. Penyebaran Gajah Soliter
Gajah Soliter adalah gajah yang berkeliling tanpa kawanan gajah lainnya tetapi hanya sendirian atau sesekali bersama-sama dengan kawanan dengan jenis kelamin yang sama. Kisaran jelajah gajah soliter jauh lebih luas daripada gajah berkelompok dan mereka secara periodik pergi ke daerah yang sebelumnya hampir tidak pernah didatangi oleh gajah lainnya. Gajah jantan soliter yang mengembara lebih sering terlihat daripada gajah berkelompok, karena gajah soliter sering memasuki kawasan yang secara intensif dipakai oleh manusia. Jumlah total jantan soliter jantan ini tidak terlalu tinggi, paling banyak mencapai 10-20 ekor. Ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa jumlah gajah bertambah. Ini didasarkan pada fakta bahwa gajah jantan soliter sering terlihat di bagian Selatan daerah Sebuku (Wullfraat, 2007).
Gajah Kalimantan terdeteksi di 12 desa yang berada di daerah aliran Sungai Sebuku. Dimana 4 desa diantaranya yaitu Desa Sekikilan, Desa Kalunsayan, Desa Semunad dan Desa Salang (BKSDA Kalimantan Timur; WWF Indonesia)
Berdasarkan perhitungan populasi minimum yang viable, gajah akan dapat bertahan sampai 100 tahun lebih bila dalam satu populasi gajah dapat mencapai 500 ekor. Setiap keluarga gajah memiliki wilayah jelajah (home-range) yang dipertahankan minimum seluas 165 km² pada hutan primer dan 60 km² di hutan sekunder. Sumber air merupakan faktor penentu dalam penyebaran gajah. Karena itu, home-range gajah overlay dengan daerah aliran sungai. Tempat istirahat gajah umumnya sama dengan lokasi tempat gajah mencari makan (Sinaga, 2000).
1 Penyebaran Gajah Berkelompok
Penyebaran kawanan gajah berkelompok adalah di daerah aliran Sungai Agison, Sungai Sibuda bagian Barat, Sungai Apan dan Sungai Tampilon di sebelah Timur. Gajah berkelompok sering terlihat di bagian hulu daerah aliran Sungai Agison dan jarang terlihat di bagian tengah dan hilir. Gajah menggunakan sepanjang daerah hulu Sungai Agison ke perbatasan Sabah dan ke Selatan. Lembah Sungai Sibuda dan anak sungainya kemungkinan menjadi daerah yang sering didatangi oleh gajah berkelompok. Home-range gajah berkelompok mencapai sekitar 5 km ke sebelah Utara Sungai Tulid (Wullfraat, 2007).
2. Penyebaran Gajah Soliter
Gajah Soliter adalah gajah yang berkeliling tanpa kawanan gajah lainnya tetapi hanya sendirian atau sesekali bersama-sama dengan kawanan dengan jenis kelamin yang sama. Kisaran jelajah gajah soliter jauh lebih luas daripada gajah berkelompok dan mereka secara periodik pergi ke daerah yang sebelumnya hampir tidak pernah didatangi oleh gajah lainnya. Gajah jantan soliter yang mengembara lebih sering terlihat daripada gajah berkelompok, karena gajah soliter sering memasuki kawasan yang secara intensif dipakai oleh manusia. Jumlah total jantan soliter jantan ini tidak terlalu tinggi, paling banyak mencapai 10-20 ekor. Ada beberapa indikasi yang menunjukkan bahwa jumlah gajah bertambah. Ini didasarkan pada fakta bahwa gajah jantan soliter sering terlihat di bagian Selatan daerah Sebuku (Wullfraat, 2007).
Kode Etik Rimbawan
Rimbawan adalah seseorang yang mempunyai pendidikan kehutanan dan atau berpengalaman di bidang kehutanan dan terikat oleh norma-norma sebagai berikut:
- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Menguasai, meningkatkan, mengembangkan dan mengamalkan ilmu dan teknologi berwawasan lingkungan dan kemasyarakatan yang berkaitan dengan hutan dan kehutanan
- Menghargai dan melindungi nilai kemajemukkan sumber daya hutan dan sosial budaya setempat.
- Menjadi pelopor dalam setiap upaya pendidikan dan penyelamatan lingkungan dimanapun dan kapanpun Rimbawan berada.
- Bersikap objektif dalam melaksanakan segenap aspek kelestarian fungsi ekonomi, ekologi dan sosial hutan secara seimbang dimanapun dan kapanpun bekerja dan berdarma bakti
- Berperilaku jujur, bersahaja, terbuka, komunikatif, bertanggung-gugat, demokrasi, adil, ikhlas dan mampu berkerja sama dengan semua pihak sebagai upaya dalam mengembangkan profesinya.
- Beersikap tegar, teguh dan konsisten dalam melaksanakan segenap bidang gerak yang diembannya, serta memilki kepekaan, proaktif, tanggap, dinamis dan adaptif terhadap perubahan lingkungan strategis yang mempengaruhinya baik di tingkat lokal, nasional, regional dan global.
- Mendahulukan tugas Rimbawan dan kepentingan umum (public interest) saat ini dan generasi yang akan datang di atas kepentingan-kepentingan lain.
- Menempatkan hutan alam sebagai bagian dari upaya mewujudkan martabat dan integrasi bangsa di tengah bangsa-bangsa lain sepanjang zamamn.
- Menjunjung tinggi dan memelihara jiwa KORSA Rimbawan.
Langganan:
Postingan (Atom)

